Postingan

Menampilkan postingan dengan label SDM Syariah

FoSSEI Siap Kontribusi SDM Syariah

Gambar
Diantara arah kebijakan pengembangan perbankan syariah di tahun 2011 ialah difokuskan untuk pengembangan sumber daya manusia perbankan syariah dimana dalam perspektif manajemen modern, human capital merupakan elemen terpenting dan penentu dalam mencapai visi dan keunggulan bersaing organisasi, sebagaimana outlook perbankan syariah 2011 yang disampaikan DR Halim Alamsyah Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Seminar Akhir Tahun tentang Outlook Perbankan Syariah menjelang akhir tahun 2010 lalu. Masih tingginya kebutuhan SDM syariah untuk bekerja di perbankan syariah membuat banyak pihak menganggap bahwa tenaga kerja yang akhir tahun 2010 telah mencapai kurang lebih 17.000 tenaga kerja untuk Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah(Statistik perbankan syariah BI, Desember 2010) ini diantaranya masih dianggap tidak memiliki keahlian yang memadai dan cenderung SDM Syariah yang sangat instan memahami prinsip-prinsip syariah dalam implementasi keuangan maupun perbankan.

Pesona Manusia Pengusung Ekonomi Islam

Gambar
Perkembangan Ekonomi Islam di dunia saat ini menggambarkan secara nyata betapa islam memiliki konsep ekonomi yang jauh lebih unggul dari berbagai sistim yang ada dan telah diterapkan di belahan dunia manapun. Ketahanan bank dan lembaga keuangan islam saat krisis adalah bukti konkrit bahwa ‘sistim imunitas’ perbankan ataupun lembaga keuangan dibangun dari sistim yang memiliki nilai-nilai keadilan dan akuntabilitas. Tiga pilar utama ‘Keuangan Setan’(Satanic Finance) yang dikemukakan DR.(HC) Riawan Amin memang benar-benar direduksi dalam segala sistimnya. Sebab Ekonomi Islam punya konsep yang tidak hanya untuk kepentingan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan tingkat konsumsi. Tetapi, visi besarnya bermuara pada terciotanya sebuah masyarakat yang makmur secara materil dibarengi dengan kemajuan spiritual, terciptanya persaudaraan antar sesama, keharmonisan keluarga dan sosial. Keadilan ekonomi dan kesejahteraan yang dirasakan bersama. Maka, keluhuran nilai isla...

Mahasiswa Sebagai Analis Normatif Reformasi Ekonomi

Gambar
Ekonomi Indonesia belakangan benar-benar tidak dapat diacuhkan begitu saja oleh masyarakat. baik masyarakat politik, ekonomi, pendidikan dan sosial. Mahasiswa sebagai masyarakat pendidikan yang mencoba menyederhanakan semua aspek ketatanegaraan dalam suatu ilmu pengetahuan yang lengkap harus mengawal proses reformasi ekonomi yang liberal tak bermoral dan ekonomi kapitalisme menuju perekonomian yang berkeadilan juga mensejahterakan. Ekonomi yang porsi pertumbuhannya diperbesar pada ekonomi riil, yaitu pasar barang dan jasa dan pada saat yang sama keberlangsungan operasi pasar modal dan pasar uang harus memiliki aset dasar (underlying asset) yang riil. Sehingga agregat pertumbuhan ekonomi mampu dikapitalisasi dari sektor rill dan keuangan. Mengawal proses reformasi ekonomi itu butuh waktu cukup lama dan membutuhkan kos yang tidak sedikit. Interval antara proses itu juga membutuhklan orang-orang besar yang mengusungnya. Orang-orang yang dengan sangat sadar bahwa reformasi itu perlu kekuat...