Kalaulah ketenangan dan kebahagiaan itu ada di dalam hati, mengapa kita masih saja berorientasi, meyakini dan meletakkannya letaknya pada harta yang melimpah, rumah yang megah dan kendaraan yang mewah? hari-hari ini aku semakin terus diyakini kebenaran atau fakta itu bahwa bahagia itu letaknya di hati yang dengannya hidup menjadi jauh lebih tenang tanpa khawatir atau risau terhadap masa depan yang berlebihan ketenangan hati tidak dijajakkan atau dijual di dealer-dealer mobil mewah ketenangan hati tidak include dalam value produk properti dan ketenangan hati tidak melekat pada harta yang kita telah dan belum dimiliki tapi ketenangan hati muncul pada saat kita tak lagi risau sama sekali tentang apapun yang sedang terjadi pada diri kita di dunia ini sebab seluruhnya telah digantungkan pengurusannya kepada Rabbul Izzati, Allah azza wa jalla Maka, untuk merasakan ketenangan hati secara berulang-ulang di setiap waktu datangilah Sang Pemilik Hati (Allah) bermesraanlah dengan terus menyeb...
Komentar
Posting Komentar