Sesal Ini Semoga Masih Punya Arti

Setiap kali jelang-jelang ramadhan berakhir, selalu saja ada ruang untuk perasaan menyesali waktu yang berlalu.

Sesal karena ada saja momen kesempatan waktu ibadah yang lewat begitu saja tanpa dimaksimalkan dengan baik.

Sesal karena ada saja kekurang-optimalan dalam taat di tengah dorongan ganjaran keutamaan dan pahala yang berlipat ganda. 

Setiap kali ramadhan, begitu terus berulang-ulang setiap tahunnya.

Di penghujungnya selalu menyisakan perasaan ketidakmampuan dan ketidakberdayaan dalam mengelola nikmat waktu. 

Merasa persiapan pra ramadhan sudah dilakukan sedemikian rupa, tetap saja pada saatnya (melalui ramadhan) ada cela atau kesia-siaan yang dilakukan.

Aku membayangkan bila kesempatan waktu ramadhan adalah miniatur kesempatan waktu dalam episode kehidupan yang telah Allah berikan,

dan episode kehidupan itu tidak bisa diulang kembali sebagaimana belum tentu kita bisa sampai lagi kepada ramadhan berikutnya,

maka betapa rasa penyesalan itu sungguh sesuatu yang sangat mengerikan.

Melalui momen apalagi, kepada siapa lagi, kita meminta kesempatan itu diberikan lagi kepada kita, jika Allah sudah tuntaskan dan cukupkan kesempatannya.

Allah ya rabb...😭

Lihatlah betapa situasi ini sudah Allah firmankan dalam Al Quran;

“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Q.S. Al-Mu’minun: 99-100).

Sungguh, sesal ketika sampai pada saatnya, sudah tidak lagi punya arti. 

Speechless, ndak sanggup lanjutkan...🙏

Allahummainnaka afuwwun, tuhibbul afwa fa'fuanni, ya Rabb 

Allahummainnaka afuwwun, tuhibbul afwa fa'fuanni, ya Rabb

Allahummainnaka afuwwun, tuhibbul afwa fa'fuanni, ya Rabbal 'aalamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar Akuntansi

Manusia (Insan) Sebagai Objek Kaderisasi

Hati Tetap Tenang. Tak Peduli Sedang Sempit atau Lapang Harta