Status WA wkwkw
Parameter bhw penghasilan halal itu pasti membawa serta keberkahannya.
Check in your self,
Tidak ragu sedikitpun saat memperolehnya, mensyukurinya senantiasa, menenangkan jiwa, menambah ketaatan. Perhatikan dampaknya, mungkin di orangtua, istri/suami, anak-anak. Setiap potongan peristiwanya, semakin bertambah syukurnya
bukan pd banyak / sedikitnya.
Jika parameternya (penghasilan harta halal) dikuantifikasi, dg memeriksa pd smw aspek kehidupan yg sdg kita terima
itu luar biasa banyak
Istri/suami yg menenangkan jiwa, anak2 yg shalih2 shalihah, kesehatan yg terjaga, bertemu dg org2 shalih, punya waktu cukup utk ibadah dan bersamai keluarga dst
betapa mahalnya smw nikmat2 tsb harus dibayar hari-hari ini.
Sayangnya (ttp atas izin Allah), kita sdg hidup di era / sistem (buatan manusia) yg meminta kita percaya, bahwa banyak itu baik dan mungkin terhormat, sdgkan sedikit itu tidak baik/sengsara dan dianggap hina
shg, smw berlomba2-lah saling "mematikan" satu sama lain. Shg, sebut saja kapitalisme-materialisme hari ini memaksa smw variable mjd "biaya"
Shg Islam yg jg membawa konsep "Voluntarism" mjd tdk populer. Padahal tujuan smw sistem ekonomi adalah utk mencapai kesejahteraan. pertanyaanya, kesejahteraan utk siapa?
Islam, menawarkan kesejahteraan yg merata utk smw umat manusia. Konsekuensinya adalah, membangun ekonomi justru dg saling gotong royong, bukan saling meniadakan
yg kaya tdk serta merta lebih mulia, yg berkecukupan dan kekurangan, tdk serta merta menjadi hina
lihat betapa bobroknya zaman krn kapitalisme telah meracuni sbagian kita hari ini,
hari2 ini berhasil curang dianggap kemenangan,
hari2 ini berhasil menipu dg teknik marketing dianggap kesuksesan,
berhasil meraih sebanyak2nya cuan (tanpa memeriksa kehalalannya) dianggap kemuliaan
Yg makin mengerikan, jalan halal hari ini mjd diragukan bahkan oleh umat muslim itu sendiri,
krn memang jalan halal tdk menjanjikan bermewah-mewah di akhirnya,
dan itu ga "keren" bagi zaman yg hari2 ini menuntut flexing dan spotlight utk validasi sosial.
menyedihkan ..heuheeu
Kabar gembira bagi yg memilih tetap jernih dan mjg ibadahnya di zaman penuh fitnah ini, tak peduli apapun konsekuensinya..👇
“Beribadah di masa haraj (sulit) itu layaknya berhijrah kepadaku.”
(HR. Muslim no. 2948 dan Tirmidzi no. 2201)
derajat kemuliaan yg mudah2an bs menyamai para muhajirin di era Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, 🥹
Komentar
Posting Komentar