I'tikaf; Booster Fase Pupasi Seorang Mukmin
Memasuki 10 akhir ramadhan 1447 H, kembali kita diserukan terhadap sunnah Rasulullah shallaallahu alaihi wasallam yakni I'tikaf. I'tikaf tentu punya syarat dan rukunnya yang diatur oleh syariat melalui Fiqh Ibadah. Tanpa bermaksud mengesampingkan pentingnya pembahasan aspek fiqh I'tikaf, aku sedang ingin memilih bahas mengapa syariat I'tikaf ini ada, dicontohkan Nabi dan disunnahkan kepada umatnya, terlebih di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Lebih karena ingin memaknai, menghayati yang lebih hakikat selain memenuhi semua syarat dan rukunnya sebagai sebuah ibadah (ritual). Agar outcomenya juga tercapai, sebagaimana harapan dari ibadah itu sendiri. Yaitu terjadinya perubahan kesadaran diri. Diawali dari perubahan pada suasana hati, jiwa dan kesadaran bahwa ibadah hakikatnya adalah manifestasi penghambaan kepada Rabbnya. Kalau kita mulai dari sebuah pertanyaan, mengapa perlu (i'tikaf), terlepas dari ini sebagai sebuah sunnah Nabi, maka rasionalitas kita akan terpi...