Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

I'tikaf; Booster Fase Pupasi Seorang Mukmin

Gambar
Memasuki 10 akhir ramadhan 1447 H, kembali kita diserukan terhadap sunnah Rasulullah shallaallahu alaihi wasallam yakni I'tikaf. I'tikaf tentu punya syarat dan rukunnya yang diatur oleh syariat melalui Fiqh Ibadah.  Tanpa bermaksud mengesampingkan pentingnya pembahasan aspek fiqh I'tikaf, aku sedang ingin memilih bahas mengapa syariat I'tikaf ini ada, dicontohkan Nabi dan disunnahkan kepada umatnya, terlebih di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Lebih karena ingin memaknai, menghayati yang lebih hakikat selain memenuhi semua syarat dan rukunnya sebagai sebuah ibadah (ritual). Agar outcomenya juga tercapai, sebagaimana harapan dari ibadah itu sendiri. Yaitu terjadinya perubahan kesadaran diri. Diawali dari perubahan pada suasana hati, jiwa dan kesadaran bahwa ibadah hakikatnya adalah manifestasi penghambaan kepada Rabbnya. Kalau kita mulai dari sebuah pertanyaan, mengapa perlu (i'tikaf), terlepas dari ini sebagai sebuah sunnah Nabi, maka rasionalitas kita akan terpi...

Status WA wkwkw

Parameter bhw penghasilan halal itu pasti membawa serta keberkahannya. Check in your self, Tidak ragu sedikitpun saat memperolehnya, mensyukurinya senantiasa, menenangkan jiwa, menambah ketaatan. Perhatikan dampaknya, mungkin di orangtua, istri/suami, anak-anak. Setiap potongan peristiwanya, semakin bertambah syukurnya bukan pd banyak / sedikitnya. Jika parameternya (penghasilan harta halal) dikuantifikasi, dg memeriksa pd smw aspek kehidupan yg sdg kita terima itu luar biasa banyak Istri/suami yg menenangkan jiwa, anak2 yg shalih2 shalihah, kesehatan yg terjaga, bertemu dg org2 shalih, punya waktu cukup utk ibadah dan bersamai keluarga dst betapa mahalnya smw nikmat2 tsb harus dibayar hari-hari ini. Sayangnya (ttp atas izin Allah), kita sdg hidup di era / sistem (buatan manusia) yg meminta kita percaya, bahwa banyak itu baik dan mungkin terhormat, sdgkan sedikit itu tidak baik/sengsara dan dianggap hina shg, smw berlomba2-lah saling "mematikan" satu sama lain. Shg, sebut saj...

Renunganku Pagi Ini

Media sosial hari ini kan sedikitnya menyingkap berbagai karakter setiap hamba Allah melalui segala sikap dan perilakunya. Saat kamu melihat ada hamba Allah yang menurutmu sangat kentara mencari validasi sosial, narsistik (menurutmu), percayalah sikap itu muncul tidak serta merta. Aku meyakini bahwa ada peristiwa di masa lampau yang berdampak secara jangka panjang, hingga menjadi sikap, perilaku atau bahkan sudah menjadi karakternya hari ini.  Apa peristiwa itu? boleh jadi karena ia telah melewati masa-masa sulit di dalam keluarganya. Mungkin orangtuanya yang broken, sehingga ia tidak mendapatkan kasih sayang dan pengakuan yang cukup di masa lalu.  Sehingga, rasa haus pengakuan dan validasi di masa lalu membuat jiwanya terus menerus menagih haknya hingga hari ini, untuk mencukupi kebutuhan psikisnya sebagai usaha menjaga eksistensinya dirinya sebagai manusia. Ada lagi. Hamba Allah yang menurut kita sangat berambisi terhadap harta, sehingga terkadang kita anggap menabrak etika....