Kaya Aktifitas, Miskin Bukti Perubahan (Bagian 3)
Agar bukti perubahan lebih operasional di level institusi, penulis coba uraikan framework sederhana khususnya bagi lembaga yang secara skala masih di fase bertumbuh di tengah tantangan terbatasnya sumber daya (terbatasnya jumlah SDM dan kemampuan alokasi dana riset pengukuran dampak).
Framework ini tidak bersifat baku atau adopsi dari suatu standar tertentu dan bahkan bukan berdasarkan praktik terbaik di industri. Tetapi framework ini disusun setelah hasil pemetaan mandiri yang berasal dari pengalaman penulis dalam berimprovisasi sebagai sebuah usaha membuktikan dampak perubahan di tengah banyak sekali keterbatasan sumber daya dalam mengimplementasikannya.
Framework, menurut pandangan penulis, memungkinkan menjadi sebuah sistem ketika tanggung jawab telah jelas dalam tata kelola lembaga. Pemetaan tanggung jawab penulis uraikan dalam tabel berikut;
Sebenarnya framework berdasarkan pengalaman hanyalah sebagai referensi guidance proses kerja dan tahapan dalam usaha membuktikan dampak perubahan program lembaga atas aktifitas-aktifitas yang telah dilaksanakan.
Ketika fungsi dan tanggung jawab telah jelas, sekali lagi maka, langkah selanjutnya menjadi tugas lembaga untuk membakukan proses yang sistematis dalam SOP internal. Sebab seluruh proses ini akan terus berulang sepanjang keberlangsungan lembaga dalam menjalankan program-program.
Bagi penulis, membuktikan dampak perubahan secara konsisten menjadi proses strategis dalam membangun kompetensi lembaga dalam menyelesaikan isu sosial kemasyarakatan.
Seluruh proses sejak perencanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi sangat bermuatan pembelajaran, yang sesungguhnya sangat berharga tidak hanya bagi lembaga itu sendiri, tetapi juga bagi stakeholders.
Sehingga, lembaga tidak hanya dipercaya sebagai yang jujur (good governance) tapi juga kompeten dengan beragam produk sosial yang telah ditorehkannya.
Semoga - (Berakhir)


Komentar
Posting Komentar